JEMBER -- Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafiq A Mughnj MA, menegaskan langkah konkret Persyarikatan dalam merespons krisis iklim, transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun kesadaran ekologi
Hal itu ia ungkapkan ketika Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafiq A Mughni MA menegaskan langkah konkret Persyarikatan dalam merespons krisis iklim, transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun kesadaran ekologis.menyampaikan paparan pada hari kedua Kajian Ramadan 1447 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ahad pagi (22/2/2026).
“Transisi energi) Ini ya memang karena masih permulaan, jadi belum begitu besar, tetapi sudah banyak melakukan kajian-kajian dan beberapa program sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan program-program ekologis tersebut, Syafiq menyebut bahwa Muhammadiyah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak terkait maupun lembaga lain, baik di Indonesia maupun internasional.
“Dengan Firyal misalnya, itu salah satu lembaga yang cukup bonafit, sudah melakukan Kajian-kajian soal.emisi, soal pencemaran lingkungan karena emisi gas kita,
Ia juga menekankan bahwa bukti dari komitmen Persyarikatan dalam menjalankan program-program lingkungan hidup adalah dengan adanya Majelis Lingkungan Hidup dalam struktur Muhammadiyah, termasuk juga di Aisyiyah dan organisasi otonom (Ortom) lainnya.
Selain itu, kini juga ada Ecobhinneka Muhammadiyah, yang menjadi sarana untuk membangun kesadaran ekologis melalui pendekatan agama, yang sementara ini telah berjalan di lima daerah di tanah air, dan digawangi oleh Nasyiatul Aisyiyah.
“Di Muhammadiyah juga dikenal ada Ecobhinneka Muhammadiyah yang bergerak di isu ini, backbone-nya adalah Nasyiatul Aisyiyah, sementara ini baru kita jalankan di lima daerah, di Jawa Timur ini di Banyuwangi,” ungkapnya
":Ini program mendapatkan support dari JISRA, sebuah lembaga yang berpusat di Jepang untuk membangun kesadaran agama melalui pendekatan lingkungan, ataupun kesadaran lingkungan melalui pendekatan agama,” sambung Syafiq.
Tak cuma itu, ia juga menyebut kemitraan yang terjalin antara Muhammadiyah dan GreenFaith, sebuah lembaga internasional yang bergerak di isu-isu krisis iklim dan transisi energi, yang telah memiliki kantor dan perwakilan di berbagai negara di dunia.
“Ada GreenFaith, yang secara global ada di hampir sekitar separuh negara di dunia. Kita adalah organisasi partner dari GreenFaith global itu,” terang pria yang juga menjabat Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu.
“Di Indonesia ada Lentera Hijau yang sedang kita diskusikan dan insya Allah menjadi kolaborator dengan GreenFaith International,” imbuh Syafiq.
Source: Maklumat