Banser Siaga di Gedung PBNU Usai Zulfa Mustofa Ditetapkan Jadi Pj Ketum PBNU

buchori
buchori 2 mnt baca
JAKARTA - Sejumlah anggota Barisan Serba Guna (Banser)  tampak bersiaga di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2025) sekira pukul 11.00 WIB. Banser dikenal sebagai ormas dan berfungsi sebagai pasukan pengamanan, kemanusiaan, dan sosial yang bertugas membantu masyarakat dan ulama NU. Pada Selasa (9/11/2025) kemarin semalam, PBNU kubu KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftach)  menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta. KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dianggap  bukan ketum PBNU lagi. Gus Yahya Hadir Para anggota Banser tampak bersiaga di depan gerbang, halaman gedung, maupun di bagian dalam gedung sekaligus kantor PBNU itu. Di sekitar  gedung PBNU juga masih tampak karangan bunga ucapan selamat atas rotasi kepengurusan Tanfidziyah (pengurus harian) PBNU. Sejumlah orang juga tampak beraktifitas seperti biasa di lobi gedung. Sekjen PBNU KH Amin Said Husni mengatakan hari ini, Rabu (10/12/2025) Gus Yahya dan sejumlah pengurus lainnya masih berkantor seperti biasa di Gedung PBNU. “Iya. Sekarang kami sedang rapat di Kantor PBNU,” kata Amin saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (10/12/2025). Konflik internal PBNU mencuat ke permukaan setelah keluarnya keputusan Rapat Harian Syuriyah 20 November yang merekomendasikan pemberhentian Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Gus Yahya menolak keputusan Syuriyah dan menegaskan tidak berniat mundur dari jabatannya. Pada 25 November 2025, muncul lagi dokumen Surat Edaran dari Syuriah PBNU yang menyebut Gus Yahya sudah resmi tidak menjabat Ketum PBNU dan kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam. Kubu Gus Yahya menilai “Surat Edaran” tersebut tidak sah karena ttidak melalui mekanisme resmi PBNU serta tidak memiliki stempel digital terverifikasi. Source: Tribunews.com