PP ‘Aisyiyah Apresiasi Kesempatan Ceramah Tarawih bagi Penceramah Perempuan
YOGYAKARTA – Tak banyak masjid pada Bulan Ramadan yang ceramah Salat Tarawih diisi oleh perempuan. Dari yang sedikit itu, Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang memberikan mimbarnya kepada perempuan.
Selain Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, di lingkungan Muhammadiyah yang memberikan ruang sama ke kelompok perempuan untuk berceramah adalah Masjid At Tanwir Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta Pusat.
Hal itu mendapat apresiasi dari Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Syamsiyatun pada (3/3). Dai menyampaikan kegiatan di ruang publik yang memberikan ruang setara antara laki-laki dan perempuan ini telah diperjuangkan ‘Aisyiyah sejak 1917.
“UNISA ini juga memberikan topik equality dan memberikan waktu yang sama kepada perempuan supaya perempuan-perempuan ini kebutuhan-kebutuhannya, kepentingannya bisa didengar oleh laki-laki dan laki-laki menjadi mitra, menjadi teman, menjadi aulia kepada perempuan,” katanya.
Kesetaraan yang diusahakan oleh ‘Aisyiyah, tegasnya, tidak dengan mendominasi laki-laki, juga perempuan tidak seterusnya didominasi oleh laki-laki. Tapi sebagai mitra yang bersama-sama, berandil yang sama dalam memajukan kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Jadi peran perempuan akan bisa optimal kalau itu bekerja sama dengan laki-laki. Laki-laki akan bahagia kalau dia juga bekerja sama dan membahagiakan perempuan-perempuannya, istri-istri dan anak-anaknya,” sambungnya.
Dia berharap, ruang-ruang bersama ini bisa dijadikan untuk memperkuat peran baik laki-laki maupun perempuan untuk memajukan kehidupan. Serta membuka ruang sama untuk gagasan yang berdampak pada perbaikan relasi sosial yang semakin berkeadilan.